Detektif Wisata Menyelidiki Makanan Berbahaya di Indonesia

Detektif Wisata Menyelidiki Makanan Berbahaya di Indonesia 1

Sekarang tugas kita adalah menyelidiki makanan. Jangan terlalu senang, dulu! Ini makanan berbahaya. Kita bisa kehilangan nyawa karena itu.

Makanan # 1 dari Dunia Gelap

Coba selidiki. Mbak Endang, Mbak Juwariah dan Bu Soup mengaku sedang mencoba membuat Rawon Setan. Memeriksa! Jangan sampai kita kehilangan jiwa penjual atau pembeli. Ada juga pocong jual es di Depok.

Ya ampun! Rawon setan tidak dibuat dari daging setan. Apakah itu iblis berdaging? Juga bukan resep dari Setan. Tidak ada yang mengundang iblis dalam pembuatannya.

Rawon Setan
Rawon Setan

Rawon Setan aslinya berasal dari Surabaya. Yang membuat Mbah Musiati. Disebut setan bukan karena pedasnya seperti setan. Apakah itu setan pedas? Tapi karena Mbah Musiati menjualnya pada tengah malam kepada para pekerja malam. Jam iblis menghantui…. eh, tapi itu dilakukan oleh manusia.

Lantas bagaimana dengan Ice Pocong? Penjualnya juga manusia. Isinya tidak menakutkan. Hanya campuran bubur sumsum yang dicampur potongan kecil pisang kukus dan kue moci, es batu, dan sirup Tjampolay merah muda.

Pelanggar Makanan # 2 dari Undang-Undang Pornografi

Saksikan berikut ini. Dia mengatakan ada makanan yang melanggar UU Pornografi. Jangan biarkan. Kenapa tidak punya Tete Cake, Dawet Ireng Jembut Kecabut dan Memek Simeulue?

Wah, walau namanya bikin risih, rasanya luar biasa. Disebut Tete Cake karena bentuknya. Namun rasa renyah di pinggir dan empuk dengan santan di tengahnya membuat makan 5 saja tidak cukup. Sering ditemukan di Jakarta. Kalau kamu lihat ada gerobak berwarna hijau kecokelatan, itu pas buat penjual Tete Cake. Lumayan buat sakit perut dan tidak sakit kantong.

Dawet Ireng Jembut Kecabut
Dawet Ireng Jembut Kecabut

Orang Purworejo itu hebat. Aku bisa membuat nama yang membuat heboh. Padahal itu tidak ada hubungannya dengan bagian tubuh itu. Karena ternyata Jembut Kecabut itu singkatan. Panjangnya adalah: KEBUTUHAN JEMBATAN, BUTUH KEUNGGULAN. Halah. Kini si penjaja asli sudah mati, digantikan keturunannya hingga generasi ketiga. Dawet yang gelap ternyata dari oman atau batang padi yang dibakar.

Lalu bagaimana dengan Memek? Memek dalam bahasa Aceh artinya mengunyah atau menggigit. Bukan porno. Bentuknya seperti bubur, terbuat dari ketan bakar, santan, pisang dan gula. Yang paling terkenal adalah yang berasal dari daerah Simeulue. Kini Memek dinobatkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

# 3 Makanan dari Serangga

Serangga menjadi makanan? Serangga apa? Kecoa dan Laba-laba seperti di Thailand? Apakah ada orang Indonesia yang memakan serangga? Apa kekurangan makanannya?

Tidak. Serangga adalah sumber protein yang sangat baik. Dan jumlahnya banyak sekali. Sehingga masyarakat Jawa masih banyak yang makan peyek laron. Jentiknya banyak pada musim penghujan. Gemuk-gemuk dan mengganggu karena akan berubah menjadi rayap. Daripada mereka makan kayu di rumah, lebih baik kita makan dia dulu. Enak dan enak lho.

Baca:  5 Wisata Kuliner di Kota Palembang yang Terkenal & Paling Nyaman yang Wajib Anda Coba
Ulat Sagu, Makanan Lezat Protein Tinggi
Ulat Sagu, Makanan Lezat Protein Tinggi

Orang Papua juga sudah makan ulat sagu sejak nenek moyang mereka. Dan itu menjadi favorit mereka. Jadi pohon sagu tidak hanya menyediakan karbohidrat tapi juga protein. Ternyata tidak hanya di Papua, orang makan ulat. Maluku, Mentawai juga memakan ulat sagu, baik mentah, digoreng maupun dibakar.

Orang Purwerejo berbeda. Bukan ulat sagu yang dimakan, tapi ulatnya. Gatal gak? Saya tidak punya ide. Mungkin faktor gatal hilang setelah digoreng.

Serangga apa lagi yang dimakan orang di berbagai daerah di Indonesia? Jangkrik dan belalang goreng? Iya. Tawon? Membuat botok. Kepompong? Dibuat aduk. Tapi semuanya aman dan tidak berbahaya, yang penting dicuci dulu. Mau coba?

# 4 Makanan Zat Berbahaya

Cek juga Nasi Kentut itu. Kentut Anda terdiri dari gas metana dan hidrogen sulfida. Tentu tidak baik untuk kesehatan. Lihat juga Oseng Mercon. Bagaimana jika meletus di perut?

Hehe, tenanglah. Nasi Kentut dibuat oleh orang Medan dengan daun kentut atau sembukan atau Paederia foetida. Baunya seperti kentut. Tapi banyak manfaatnya, di antaranya mengobati sariawan, sakit perut, mengatasi perut kembung.

Oseng Mercon juga aman. Istilah petasan disematkan karena kepedasannya. Di dalamnya ada daging sapi dan tetelan yang kalau dimakan dengan nasi panas, enak.

# 5 Makan Ini Bisa Mencederai Jiwa

Nah, berikut laporan orang sekarat karena makan tempe bongkrek. Saksikan berikut ini. Benarkah itu?

Benar! Tempe Bongkrek, jika sudah terkontaminasi bakteri Pseudomonas cocovenenans, mengandung toksoflavin yang mematikan. Bakteri ini tumbuh ketika bahan dasar tempe dicampur dengan kelapa parut, ampas kelapa atau bungkil kelapa. Kasus terngeri akibat tempe bongkrek adalah pada tahun 1975. Sebanyak 1.036 orang keracunan dan 125 orang meninggal dunia. Pada tahun 1962 pemerintah melarang produksi tempe bongkrek. Tapi biasanya orang Indonesia itu keras kepala, sehingga di tahun 1988, 37 jiwa terbang kembali karena menyantap makanan enak bercampur pisang ini.

Tempe Bongkrek
Tempe Bongkrek

Selain tempe bongkrek, makan singkong juga harus hati-hati karena ada jenis singkong yang beracun. Kluwek yang digunakan untuk menghitamkan bahan rawon juga harus diolah dengan hati-hati sebelum dapat dikonsumsi dengan aman. Dan… jangan pernah makan batang dan daun tomat.