Bagaimana Proses Pembentukan Fosil Organisme Purba?

Bagaimana Proses Pembentukan Fosil Organisme Purba? 1

Meskipun dinosaurus hidup jutaan tahun yang lalu, kita tahu bahwa mereka ada karena beberapa di antaranya berubah menjadi fosil ketika mati. Fosil adalah bukti fisik dari organisme prasejarah atau sesuatu yang mengacu pada jejak atau aktivitas kehidupan lampau. Fosil bisa sangat besar atau bisa juga sangat kecil. Fosil kecil atau fosil mikro hanya bisa dilihat dengan mikroskop, misalnya bakteri dan serbuk sari.

Fosil besar atau fosil makro bisa memiliki panjang beberapa meter dan berat beberapa ton. Makro fosil dapat berupa pohon yang membatu atau tulang dinosaurus. Sisa-sisa organisme dapat dikatakan fosil ketika usianya mencapai 10.000. Fosil juga bisa berupa aktivitas organisme seperti jejak kaki dan feses.

Bagaimana proses pembentukan fosil organisme purba? 9

Organisme yang menjadi fosil sangat langka dan langka, rasionya jutaan banding satu. 99% fosil yang ditemukan berasal dari organisme laut. Ada 4 cara fosil terbentuk, yang paling umum adalah mineralisasi.

Mineralisasi

Bagaimana proses pembentukan fosil organisme purba? 10

Mineralisasi adalah proses dimana hewan atau tumbuhan mengeras dan membatu. Proses ini memakan waktu ribuan hingga jutaan tahun. Hewan yang tidak memiliki jaringan keras seperti cacing tidak dapat termineralisasi. Proses mineralisasi biasanya terjadi di daerah lembab seperti rawa, sungai, danau, laut, hingga tanah gambut.

langkah-langkah mineralisasi adalah:

1. Dinosaurus mati harus dikuburkan segera sebelum sisa-sisa mereka dimusnahkan atau dimakan oleh pemakan bangkai seluruhnya

Bagaimana proses pembentukan fosil organisme purba? 11

2. Seiring waktu, lapisan sedimen (yang bisa berupa lumpur, pasir, dan abu vulkanik) akan menumpuk dan menekan sisa-sisa yang terkubur

Bagaimana proses pembentukan fosil organisme purba? 12

3. Mineral terlarut yang diangkut oleh air tanah dalam sedimen mengisi ruang kecil di tulang, menghasilkan kombinasi tekanan, reaksi kimia, dan waktu yang pada gilirannya mengubah sedimen menjadi fosil yang termineralisasi

Bagaimana proses pembentukan fosil organisme purba? 13

Cetakan atau cetakan fosil

Bagaimana proses pembentukan fosil organisme purba? 14

Cetakan atau cetakan fosil adalah proses di mana tulang atau cangkang larut dalam batuan sedimen meninggalkan jejak ruang di batuan. Jika air tanah yang kaya mineral mengisi ruang ini, kristal dapat membentuk dan membentuk fosil yang sesuai dengan jejak tulang atau cangkang aslinya.

Baca:  Apa Itu Vaksin dan Bagaimana Cara Kerjanya

Proses ini paling umum terjadi pada hewan laut yang membatu – termasuk cangkang amon dan gigi megalodon. Jejak kaki juga dibentuk dengan cara yang serupa. Jejak itu membentuk endapan alami dan kemudian mengisinya dengan cetakan.

Amber

Bagaimana proses pembentukan fosil organisme purba? 15

Amber adalah resin yang membatu, bukan getah pohon. Amber disalahartikan sebagai getah pohon sedangkan amber berasal dari zat organik amorf semi-padat yang diekskresikan di kantong dan saluran epitel tanaman sedangkan getah itu sendiri adalah cairan yang bersirkulasi melalui sistem vaskular tanaman.

Biasanya binatang kecil seperti serangga, reptil, katak dan lain-lain terjebak dalam damar kemudian mengeras. Tak hanya hewan, terkadang bunga dan serbuk sari purba juga terperangkap dalam damar, seperti yang ditemukan Myanmar pada 2017 lalu.

Pembekuan

Fosil juga dapat ditemukan di daerah dingin seperti Antartika hingga puncak Himalaya. Tidak jarang fosil ditemukan utuh, termasuk organ bahkan darah dan feses.

Di Himalaya telah ditemukan fosil amon atau amon, yang berarti bahwa Himalaya pernah menjadi hamparan laut yang sangat luas. Selain itu, di Antartika banyak terdapat tumbuhan dan pepohonan purba yang diyakini pernah menjadi kawasan hutan subur dengan suhu yang relatif hangat.

Tetapi mengapa kita dapat menemukan fosil ini ketika mereka telah ada selama ribuan hingga jutaan tahun?

Bagaimana proses pembentukan fosil organisme purba? 16

Fosil yang terkubur di bebatuan akan naik ke permukaan saat terjadi erosi dan pergeseran lempeng bumi – (plus tuah). Lempeng bumi yang bergerak sangat lambat akan bertabrakan dengan lempeng lainnya. Ini memaksa area batuan bersama-sama dan mendorongnya ke atas. Proses ini disebut proses pengangkatan. Karena proses inilah fosil dapat ditemukan di permukaan.

Selain itu, di tempat-tempat yang dulunya tertutup es masif yang kini telah mencair, bebatuan juga ikut terangkat. Batuan tersebut akan terdorong perlahan oleh batuan beku yang terbentuk di bawahnya.

Sumber referensi:

1. http://earthsci.org/expeditions/amber/amber.html
2. https://asia.nikkei.com/Location/Southeast-Asia/Myanmar-amber-traps-scientists-in-ethical-dilemma-over-funding-war
3. https://australian.museum/learn/australia-over-time/fossils/how-are-fossils-formed/
4. https://www.nhm.ac.uk/discover/how-are-fossils-formed.html
5. https://youtu.be/ID7qhn1ipmw
6. https://youtu.be/87E8bQrX4Wg
7. https://youtu.be/Av21EY6rGWs